Sabtu, 24 Desember 2011

Budi Sahabat Ku

Kau bukan sebuah kebetulan. Kau tidak di produksi secara masal. kau bukan produk jalur rakitan. kau sengaja dirancang, khusus dikarunia talenta, dan dengan penuh kasih ditempatkan di Bumi oleh yang Maha Pencipta Yang Agung (Max Lucado)

Selamat menyambut tahun baru...semoga 2012 beca Mu menjadi 10 buah...teruskan perjuangan mu...

masih terpancar kecerdasan nya...hebat kau bud...
Jika kita ingin sukses dalam menciptakan kehidupan impian kita, kita harus yakin bahwa kita mampu mewujudkannya. Kita harus yakin kita punya hal yan gdiperlukan, bahwa kita mampu melakukannya. Kita harus yakin kepada diri sendiri. Enta kita menyebutnya penilaian diri, kepercayaan diri, atau kepastian diri. hal itu merupakan keyakinan mendalam bahwa kita punya apa yang diperlukan--kemampuan, sumber daya batin, bakat, dan ketranpilan untuk menciptakan hasil yang diinginkan.

Yakin kepada diri sendiri adalah sebuah sikap. selain itu yakin kepada diri sendiri adalah sebuah pilihan. Hal itu merupakan sebuah sikap yang kita kembangkan bersama berlalunya waktu. Kita harus memilih untuk yakin bahwa kita bisa melakukan apapun yang kita tekadkan---apapun juga--karena, kenyataannya, kita memang bisa. Jika kita punya anggapan positif tentang diri sendiri dan bertindak sesuai keinginan diri sendiri, kita akan melakukan hal-hal yang diperlukan untuk mencapai hal itu. Jika kita yakin hal-hal itu tidakmungkin, kita takkan melakukan apa yang diperlukan, dan kita takkan menciptakan hasil yang kita inginkan. hal itu menjadi sebuah pengharapan yang terwujud.

diri kita sendiri yang menentukan apa yangharus kita yakini. Kenyataan bahawa yang paling penting bukalah apa yang diberikan kehidupan kepada kita, tapi cara kita menanggapinya, baik secara mental maupun fisik.

Pendapat orang lain tentang diri kita bukanlah urusan kita.
Kau harus yakin pada diri sendiri ketika orang lain tidak yakin pada dirimu, itulah yang menjadidirimu seorang istimewa


Ketika berumur 18th, kau mencemaskan pendapat semua orang tentang diri mu; ketika berumur 40th, kau tak peduli pendapat semua orang tentang dirimu; ketika berumur 60th, kau sadar tak ada orang yang benar-benar pernah memikirkanmu (Jack, 2005)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar